Selasa, 18 Maret 2014
Kuingin Kau Tau, ada hal yang selalu Diam disini
Pernahkah kamu jatuh cinta diam-diam?
Jatuh cinta dalam diammu?
tanpa kata,
tanpa ungkapan cinta..
karena saat itu mulut dan lidahmu seolah begitu kompak..
berkonspirasi tak mau mengucap sepatah katapun..
hanya matamu yang berbicara..
hanya senyummu yang memberi isyarat..
betapa besar yang kamu rasa..
Pernahkah kamu jatuh cinta diam-diam?
Jatuh cinta dalam diammu?
ketika bayangan orang itu saja,
mampu membuatmu tak bisa memejamkan mata semalaman..
Ketika punggungnya saja,
mampu membuat senyummu berkembang seperti bunga sakura di musim semi..
ketika bahkan dalam jarak yang melebihi jangkauan mata “biasa”,
kamu telah mampu mengenali sosoknya hanya dari caranya berjalan..
Pernahkah kamu jatuh cinta diam-diam?
Jatuh cinta dalam diammu?
Rela menunggunya di tempat yang sama,
setiap harinya,
selama berjam-jam..
berharap kamu bisa melihat,
mendengar renyah tawanya,
merasakan sensasi getaran yang sama, yang kamu sebut cinta..
Pernahkah kamu jatuh cinta diam-diam?
Jatuh cinta dalam diammu?
Berfikir ribuan kali menata kalimatmu,
hanya untuk sekedar mengiriminya sebuah pesan singkat ..
Memandangnya dalam jarak ratusan meter..
bergerak maju mundur..
antara ingin dan takut,
hanya sekedar ingin menyapanya..
dan akhirnya kamu harus cukup puas telah melihat cerah wajahnya,
walaupun dari tempatmu semula..
Pernahkah kamu jatuh cinta diam-diam?
Jatuh cinta dalam diammu?
saat membayangkan wajahnya,
sedihmu seakan di makan setan..
hilang tak berbekas, lenyap begitu saja..
saat dia tersenyum padamu,
bulan seakan ada dalam dekapanmu..
dan kamu merasa mampu mampu memetik semua bintang, sebagai hadiah untuknya..
Pernahkah kamu jatuh cinta diam-diam?
Jatuh cinta dalam diammu?
meski dia tak tahu yang kamu rasa,
kamu tetap setia menjaga rasa itu untuknya..
Dalam diammu, kamu berharap,
sedetik saja ia menyadari kehadiranmu..
Pernahkah kamu jatuh cinta diam-diam?
Jatuh cinta dalam diammu?
sumber: http://aiendyu.com/author/kaprilyanto/ (dengan penghilangan beberapa kalimat)
Sabtu, 15 Maret 2014
Dia Menyadarkanku lagi
Disaat aku telah mampu mencintai seorang disana. Namun sosok yang lama kembali hadir,
Hari ini kusadar kembali betapa aku menyayangimu. Tak pernah sedikit pun rasa ini berubah,
Kuharap kau masih mengingatku disana, dengan tenang.
Kenapa kamu selalu saja hadir saat aku mulai melupakan mu, begitu seterusnya sampai sekarang,
Kenapa kau selalu menyadarkanku dan kenapa kamu selalu di ingatanku saat aku mulai mencintai orang lain.
Ingin rasanya bercerita denganmu, bahwa aku telah bisa melihat orang lain,
namun aku tau orang lain itu tidak melihatku.
Prida aku merindukanmu, semoga kau selalu disisi Allah
banyak yang ingin kuceritakan ke kamu,
teringat kejadian 2 tahun lalu saat kamu pergi,
jangan pernah menanggis didepanku lagi,
Langganan:
Postingan (Atom)

